Meski pihaknya telah melaksanakan deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang dilakukan pada acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diikuti oleh Kelurahan Baru Ilir bersama dengan Kelurahan Baru Ulu dan Ilir Tengah beberapa waktu lalu.
Diakui Junadi, di wilayahnya masih ada beberapa masalah yang perlu perhatian lebih lanjut, terutama yang masuk pada wilayah Pertamina dan TNI.
Menurutnya, ada sejumlah warga yang masih membuang air besar sembarangan, namun mereka tinggal di kawasan yang tidak dapat dijangkau oleh intervensi pemerintah setempat.
“Jadi memang masih ada warga yang masih membuang air besar sembarangan dan ini berada di wilayah Pertamina dan TNI, sehingga kami tidak bisa melakukan intervensi,” ujarnya kepada awak media Senin (25/11/2024).
Untuk mendorong tercapainya ODF secara penuh, Junaidi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina, yang berencana untuk melakukan peninjauan ke wilayah tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyebutkan bahwa upaya edukasi kepada masyarakat sudah dilakukan secara rutin melalui berbagai program, termasuk oleh PKK dan Puskesmas setempat.
Namun, ia mengakui ada beberapa kendala yang membuat pencapaian ODF tidak dapat terlaksana sepenuhnya.
Selain wilayah yang berbatasan dengan Pertamina dan TNI, masyarakat juga kurang memiliki kesadaran mengenai pentingnya sanitasi yang baik.
Banyak di antaranya yang masih menggunakan sistem septic tank yang kurang tepat, seperti langsung mengalirkan limbah tanpa sistem pengolahan yang memadai.
“Kesadaran masyarakat masih kurang, meski edukasi sudah sering kami lakukan. Mereka banyak yang menggunakan septic tank, tetapi tidak memiliki sistem tertutup yang baik,” jelasnya.
Terkait bantuan septic tank dari pemerintah, Junaidi menyebutkan bahwa tidak ada bantuan karena terbentur masalah lahan.
Bantuan septic tank individu memang dapat diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU), namun hanya jika lahan yang dimiliki oleh warga tersebut memenuhi persyaratan legalitas.
Sementara itu, jika lahan tersebut berada di wilayah Pertamina atau TNI, maka program bantuan tidak dapat diberikan.
Di sisi lain, Junaidi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pertamina melalui CSR bantuan septitank masyarakat yang berada di wilayah tersebut.
Dan diakuinya saat ini, mereka masih menunggu tindak lanjut dari atasan di Pertamina untuk merealisasikan bantuan tersebut.
Junaidi berharap, dengan adanya kerjasama yang lebih baik antara pemerintah dan pihak terkait, masalah sanitasi di Kelurahan Baru Ilir dapat segera diatasi demi tercapainya lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari buang air besar sembarangan.
“Adapum sejumlah rumah tangga yang belum memiliki pengelolaan sanitasi yang baik itu berada di kawasan RT 57, 55, dan 65 di wilayah Gunung Polisi,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin