Penutupan sementara TPS di RT 11 dilakukan seiring dengan proses renovasi dan pengecoran lantai untuk pembangunan depo kontainer sampah yang baru.
Lurah Gunung Bahagia, Andi Abdul Azis, mengungkapkan meski sudah ada pemberitahuan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di TPS yang sedang direnovasi, masih banyak warga yang melanggar. "Kami sudah mengimbau agar tidak membuang sampah di area yang sedang direnovasi ini, namun kenyataannya masih ada warga yang kurang sadar. Jadi TPS ini ditutup hanya sementara dan tanggal 1 Desember di fungsikan kembali," ujarnya kepada awak media Jumat (22/11/2024).
Dia juga menjelaskan bahwa, meski halte sampah telah disediakan di setiap RT, beberapa warga masih membuang sampah di areal TPS yang sedang di renovasi. Tak hanya warga sekitar, dirinya juga temukan warga dari luar Kelurahan Gunung Bahagia membuang sampah di areal tersebut.
"Setiap RT sudah disiapkan halte sampah, di mana sampah akan diambil oleh DLH pada pukul 9 pagi. Kami berharap warga bisa memanfaatkan halte tersebut dengan baik," tambahnya.
Untuk memastikan kepatuhan, pengawasan langsung dilakukan oleh pihak kelurahan. Bahkan dirinya sendiri turun langsung dan bahkan parkir di lokasi depo untuk mencegah warga membuang sampah di areal tersebut .
"Alhamdulillah, jumlah pelanggaran semakin berkurang, hanya ditemukan sekitar dua tiga kantong plastik sampah," bebernya.
Ia juga menegaskan relokasi TPS yang tengah di lakukan renovasi tepatnya di RT 11 tidak memungkinkan untuk di relokasi, karena keterbatasan lahan.
Oleh karena itu, dirinya mengingatkan bahwa sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang baru, membuang sampah di pinggir jalan dilarang. "Kelurahan Gunung Bahagia adalah satu-satunya kelurahan yang memiliki halte sampah, dan sistem ini sudah berjalan selama lima tahun. Kami harapkan masyarakat dapat memaksimalkan halte pembuangan sampah sementara ini," pungkasnya. (adv)