GPM tersebut dilakukan bertujuan memfasilitasi petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan dengan memberikan akses langsung kepada konsumen untuk membeli produk pangan lokal dengan harga terjangkau.
Kepala DP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan bahwa gerakan ini tidak hanya menyediakan pangan murah bagi masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi petani dan UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Produk yang dijual dalam program ini, seperti sayuran, buah-buahan dan hasil pertanian lainnya berasal langsung dari petani lokal di Kota Balikpapan.
"Kami menjamin bahwa produk-produk yang dijual dalam gerakan ini aman untuk dikonsumsi, karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya atau pestisida. Semua produk diproses secara alami, menggunakan metode pertanian organik," ujarnya kepada awak media.
Selain menyediakan pangan murah, DP3 juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi konsumsi pangan.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah bahwa kenyang tidak harus selalu dengan nasi. Program ini bertujuan memperkenalkan berbagai jenis makanan lokal yang lebih bergizi dan beragam, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber pangan.
Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan secara rutin di berbagai lokasi. Ia menerangkan, seperti sebelumnya pada Selasa lalu, pihaknya telah laksanakan di Kantor DP3, Sabtu di Taman Tiga Generasi, dan Minggu di Taman Bekapai.
Di setiap kegiatan, selain produk pangan dari petani lokal, juga hadir pihak-pihak seperti Bulog yang turut mendukung pelaksanaan program ini.
"Bahkan dalam sebulan, omzet yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mencapai sekitar Rp16 juta," tandasnya.
Melalui program ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat meningkatkan pendapatan petani dan UMKM, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di Kota Balikpapan. (Adv)
Editor: Erwin