Usman meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk lurah dan camat, untuk fokus memperhatikan daerah-daerah rawan longsor yang dihuni oleh masyarakat, serta memberikan informasi dini mengenai potensi bencana kepada warga setempat.
"Yang pertama kami minta kepada OPD terkait, Lurah, Camat, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk memperhatikan daerah-daerah atau titik rawan longsor yang dihuni masyarakat. Paling tidak, lakukan pemberitahuan sejak dini kepada daerah-daerah tersebut," ujar Usman, Minggu (3/11/2024) kemarin.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu waspada terhadap tanda-tanda alam yang dapat menjadi indikator terjadinya bencana. Jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, warga diminta segera mencari tempat yang lebih aman, terutama di daerah rawan longsor seperti kawasan bukit yang sering diterpa hujan deras.
Terkait potensi banjir, Usman mengingatkan agar warga selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
BPBD Balikpapan, lanjut Usman, telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi bencana. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota BPBD, mulai dari pimpinan hingga petugas di lapangan, siaga penuh 24 jam untuk menghadapi segala kemungkinan bencana. "Kami on the road 24 jam untuk siap siaga menghadapi potensi bencana," jelasnya.
Beberapa titik rawan longsor yang perlu diwaspadai di antaranya adalah kawasan Perapatan, Gunung Sari, Kariangau, serta daerah perbukitan lainnya di sekitar Balikpapan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memprediksi bahwa puncak musim hujan akan berlangsung hingga Desember mendatang.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Diyan Novrida, menjelaskan bahwa peralihan musim dari kemarau ke musim hujan dimulai pada September 2024, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2024. "Saat ini kita sudah memasuki musim hujan," ujar Diyan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah-daerah rawan, dan selalu memantau informasi cuaca melalui situs resmi BMKG dan aplikasi infobmkg.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana alam. (Adv)
Editor: Aspian Nur