Peraturan ini tidak hanya bertujuan menciptakan ruang publik bebas rokok seperti di tempat ibadah, taman, dan sekolah, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa inti dari Perda KTR adalah untuk mengurangi angka perokok pemula, khususnya di kalangan pelajar.
Menurutnya, dengan semakin banyaknya remaja yang terpapar rokok elektrik, regulasi ini diharapkan dapat menghambat kecenderungan mereka untuk menjadi perokok aktif.
“Peraturan ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya jumlah perokok pemula, yang semakin banyak didorong oleh penggunaan rokok elektrik yang populer di kalangan pelajar,” ujar Alwiati kepada awak media Kamis (7/11/2024).
Lebih lanjut, Alwiati juga menekankan bahwa penerapan KTR memiliki dampak yang lebih luas, terutama terkait dengan upaya menurunkan angka stunting di Balikpapan.
Kebiasaan merokok, khususnya yang dilakukan orang tua, dapat berdampak buruk pada perkembangan anak-anak mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pembatasan kawasan merokok dianggap penting untuk menciptakan generasi yang lebih sehat.
“Selain mengurangi perokok pemula, Perda KTR juga bertujuan untuk menurunkan prevalensi penyakit yang berkaitan dengan rokok, seperti tuberkulosis (TB),” jelasnya.
Balikpapan masih menghadapi masalah tingginya prevalensi TB, yang salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya perokok aktif. Dalam program Indonesia Sehat, Dinas Kesehatan sering menemukan keluarga yang merokok di dalam rumah, meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak.
Untuk itu, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat pengawasan terhadap penerapan KTR. Dengan harapan, Perda ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih sehat tetapi juga mengurangi angka perokok pemula dan menurunkan prevalensi penyakit akibat asap rokok.
“Kami berharap seluruh masyarakat Balikpapan dapat mendukung peraturan ini demi masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin