Penghargaan diserahkan kepada Pjs Wali Kota Balikpapan, Ahmad Muzakkir, dalam acara Pentaloka Nasional Adinkes 2024 di Yogyakarta, Selasa (5/11/2024).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, dr. Bima Arya Sugiarto, bersama Ketua Umum Adinkes, dr. M. Subuh, dan Direktur Viral Strategis Asia Pacific, dr. Tara Singh Bam.
Sebanyak 29 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Balikpapan, diakui atas komitmennya dalam pengendalian tembakau. Balikpapan menjadi satu-satunya kota di Kalimantan Timur yang menerima penghargaan ini.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri dr. Bima Arya Sugiarto menggarisbawahi pentingnya Peraturan Daerah (Perda) KTR sebagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan sehat.
Ia menekankan bahwa edukasi dan komitmen pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah perokok pemula, khususnya di kalangan anak muda.
“Itu poin yang paling penting utama mencegah perokok pemula. Saya kira harus kita kawal bersama-sama berbagai langkah-langkah yang sifatnya legal approach, untuk mencegah meningkatnya terus preferensi merokok di antara anak-anak muda,” ujarnya melalui siaran pers tertulis Rabu (6/11/2024).
Sementara itu, Pjs Wali Kota Balikpapan, Ahmad Muzakkir mengungkapkan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkot Balikpapan dan tindak lanjut dari Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang kawasan sehat tanpa rokok.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan penerapan Perda, terutama dalam hal monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati menambahkan, Perda KTR sudah menjadi komitmen bersama untuk menciptakan kawasan bebas rokok di tempat umum, ibadah, sekolah, dan area lainnya.
“Ini juga bertujuan untuk mengurangi angka perokok pemula, terutama pengguna rokok elektrik, yang belakangan ini semakin meningkat.
Alwiati juga menyebutkan bahwa pengendalian tembakau terkait erat dengan upaya menurunkan angka stunting dan penyakit seperti tuberkulosis di Balikpapan,” tandasnya.
Untuk diketahui, acara yang terselenggara tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta, termasuk kepala daerah dan pejabat dinas kesehatan dari seluruh Indonesia, dan ditutup dengan sesi bincang santai bersama Wakil Menteri Dalam Negeri. (Adv)
Editor: Erwin