Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terulangnya kejadian jatuhnya korban saat berenang maupun berwisata di pantai tersebut, yang pernah terjadi sebelumnya.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma menjelaskan bahwa, koordinasi dengan BPBD bertujuan memastikan pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman.
Pengawasan keselamatan difokuskan pada lokasi-lokasi yang berisiko tinggi, terutama areal titik -titik yang dianggap rawan.
“Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan pengunjung pantai dapat menikmati liburan dengan aman, terutama di lokasi-lokasi yang berisiko tinggi,” ujarnya, Selasa (5/11/2024).
Selain pengawasan yang lebih intensif, imbauan keselamatan juga akan diperketat menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang akan datang. Dimana potensi keramaian di Pantai Manggar akan terjadi.
Oleh karena itu, Disporapar telah meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab atas pantai Manggar untuk mengaktifkan seluruh petugas yang berjaga di lokasi dan memantau kondisi pengunjung dengan lebih cermat. Evaluasi terhadap kesiapan petugas dan fasilitas yang ada juga akan dilakukan secara berkala untuk memastikan keamanan berjalan dengan baik.
Ratih menambahkan, selain imbauan keselamatan, pihaknya akan memberikan informasi yang jelas kepada pengunjung mengenai area-area yang dilarang untuk berenang, serta bahaya yang mungkin timbul di titik tertentu.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap keselamatan saat berada di pantai terlebih sebentar lagi menjelang pelaksanaan Nataru 2024.
“Langkah-langkah ini diambil agar Pantai Manggar tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan menyenangkan bagi semua pengunjung,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Budiono juga meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Segara Sari Manggar lebih memperketat pengawasan bagi pengunjung yang ingin berenang di pantai. Hal tersebut ini muncul menanggapi seorang remaja asal Samarinda terseret ombak dan meninggal dunia pada Sabtu (26/10/2024) lalu.
Budiono menekankan bahwa insiden ini harus menjadi perhatian semua pihak khusunya UPT Pantai Manggar, untuk meningkatkan pengawasan, terutama saat banyak pengunjung di akhir pekan.
“Pantai Manggar merupakan destinasi wisata andalan Kota Balikpapan, sehingga keamanan pengunjung harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dititik -titik penempatan rambu-rambu dan batasan area berenang di kawasan Pantai Manggar. Bahkan, memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengunjung khusunya kepada orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya saat berenang. Terutama di hari -hari libur atau Weekend yang diketahui ramai pengunjung yang berdatangan di pantai Manggar.
“Sosialisasi kepada pengunjung harus dilakukan secara lebih gencar untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin