Pjs Wali Kota Balikpapan, Ahmad Muzakkir, turut menghadiri dan memantau langsung pelaksanaan kegiatan ini dengan mengunjungi SD 003 dan SMP 1 Balikpapan.
Dalam kunjungannya, Ahmad Muzakkir menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para siswa agar tetap semangat dalam belajar dan berprestasi.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai pendidik yang bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa selama di sekolah. "Tujuannya adalah untuk memotivasi anak-anak kita agar tetap semangat dalam belajar dan mencapai prestasi," ujarnya.
Selain itu, dia katakan, guru harus menjadi teladan dan pengganti orang tua selama di sekolah, dengan menciptakan interaksi yang baik antara guru dan siswa.
Oleh karena itu, kegiatan belajar di luar kelas ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan sosialisasi siswa, karena mereka diajak untuk belajar dan berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya di luar ruang kelas yang formal. "Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar lebih dari sekadar materi pelajaran. Mereka juga bisa mengasah kemampuan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Hari Belajar di Luar Kelas ini dilaksanakan serentak di seluruh sekolah SD dan SMP di Balikpapan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung perkembangan sosial dan akademik anak-anak di kota Balikpapan.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Heria Prisni menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar para siswa dan siswi tidak terkepung belajar di dalam kelas secara trus menerus.
Adapun manfaat belajar di luar kelas lanjut dia katakan, yaitu untuk meningkatkan komunikasi antar siswa. Dengan belajar di luar kelas, para siswa dapat bersosialisasi lebih baik, mempererat hubungan dengan teman-temannya serta mengembangkan keterampilan sosial mereka. "Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Mereka tidak hanya terbatas pada pembelajaran yang ada di dalam kelas, tetapi juga diajak untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan diri dalam berbagai cara," bebernya.
Tak hanya, yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak, sebagai alternatif dari penggunaan gadget. “Dalam kegiatan ini, kami juga mengenalkan permainan tradisional. Ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya lokal dan mengurangi ketergantungan pada gadget di kalangan anak-anak,” pungkasnya. (adv)