Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Adwar Skenda Putra, menjelaskan bahwa BCT saat ini masih dalam tahap uji coba selama enam bulan ke depan.
Fasilitas gratis ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelajar, dengan syarat menggunakan e-money saat naik BCT.
"Tarif BCT akan ditentukan oleh Kementerian Perhubungan. Untuk saat ini, kami masih dalam tahap uji coba dan belum ada tarif resmi yang ditetapkan," ungkap Adwar pada Jumat (1/11/2024).
Saat ini, terdapat 19 unit bus yang beroperasi, dan uji coba berjalan dengan baik. Adwar mencatat bahwa BCT sangat diminati masyarakat, terutama pada jam pulang sekolah, di mana anak-anak tampak antusias menggunakan layanan ini.
Ia berharap, jika subsidi dari Kementerian tersedia, jumlah bus dapat ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami juga terbuka untuk usulan penambahan rute, termasuk hingga daerah Lamaru, namun perlu kajian lebih lanjut karena tarif resmi belum ditentukan," tambahnya.
Adwar Skenda Putra juga menyampaikan bahwa setelah tarif diberlakukan, penggunaan BCT akan lebih selektif, ditujukan bagi mereka yang benar-benar memerlukan layanan ini.
"Jika menjadi berbayar, kami harap yang menggunakan BCT adalah masyarakat yang sangat membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan maksimal," tandasnya.
Dengan demikian, masyarakat Balikpapan diharapkan dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik hingga akhir tahun, sembari menunggu kepastian tarif resmi dari pemerintah.
Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi umum di kota Balikpapan, sekaligus mendukung mobilitas warga, terutama para pelajar yang membutuhkan transportasi untuk berangkat dan pulang sekolah.
Adwar juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi semua aturan dan ketentuan yang berlaku selama masa uji coba. Melalui program ini, Dinas Perhubungan berkomitmen untuk meningkatkan layanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
BCT pun diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi kemacetan serta meningkatkan kualitas hidup warga Balikpapan.
Editor: Erwin