"Artinya keluargalah yang akan menjadi fokus perhatian pihaknya. Keluargalah yang harus diberdayakan. Karena keluargalah unit terkecil di masyarakat," ujarnya.
Sehingga apabila keluarga-keluarga di Indonesia dapat diberdayakan, sesuai dengan potensi dan kebutuhannya maka PKK mampu ikut memberdayakan masyarakat secara luas dan keseluruhan.
"PKK juga dalam programnya harus melakukan pendekatan partisipatif dan kerjasama. HKG juga menjadi media untuk melakukan pemantapan kelembagaan dan evaluasi dalam program PKK, " ujarnya membacakan sambutan Ketua PKK Pusat Tri Tito Karnavian.
Lanjut dia terangkan, untuk melakukan hal tersebut sudah ada instrumen manajemen kelembagaan agar program yang sebagaimana telah disepakati bersama dalam rapat kerja nasional (Rekernas) 9 PKK tahun 2021 sesuai dengan kesepakatan hasil Rekernas.
"Ini sangat penting karena program-program PKK pada hakikatnya dilaksanakan secara baik dan tepat sasaran. Ketika itu semua dikelola dengan sistem manajemen kelembagaan yang juga baik," jelasnya.
Selain itu PKK harus bergerak secara Dinamis mengikuti perkembangan.Dirinya sangat senantiasa mendorong ada masa pembaharuan dalam gerakan PKK.
"Jangan monoton dan harus ada keselarasan gerak dengan kebijakan pemerintah. Oleh karena kami harapkan agar momentum HKG PKK 50 Tahun 2022 ini menjadi titik tolak kita untuk memompa semangat pembaharuan dengan mengembangkan daya pengasih dan kreativitas kita dalam memberdayakan keluarga dalam arti luas," jelasnya. (adv/eko/Diskominfo Kaltim)
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah