Plt Kepala BPBD Mahulu Agus Darmawan mengaku bersyukur karena akhirnya BPBD bisa terbentuk di Mahulu. Pasalnya kata Agus, peran BPBD sangat penting khususnya dalam menangani masalah penanggulangan bencana. Tim yang terbentuk di BPBD jelasnya bisa bergerak cepat memberikan bantuan dan pertolongan kepada korban bencana di wilayahnya.
“Alhamdulillah untuk pejabat struktural di kantor sudah terisi semua, dari kepala bidang hingga kepala seksi, tinggal kepala BPBD-nya saja lagi nanti akan ada lelang jabatan,” terang Agus yang masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Terkait dukungan anggaran, Agus membeber idealnya BPBD Mahulu mendapatkan anggaran sekitar Rp14-17 miliar per tahun yang dialokasikan untuk belanja rutin termasuk melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan tentunya yang berhubungan dengan penanggulangan bencana dan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana.
“Saat ini armada kami belum punya, seperti mobil operasional dan speed boat sementara ini kami meminjam saja dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain, mudahan nanti dengan adanya dukungan anggaran, semuanya kami lengkapi,” tambah Agus.
Langkah lain untuk melengkapi sarana dan prasarana, pihaknya juga berencana akan mengajukan proposal bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengadaan seperti perahu karet, life jacket dan peralatan penanggulangan bencana lainnya.
Seperti diketahui, Kaltim sebagai provinsi yang memiliki wilayah yang sangat luas, termasuk kategori daerah rawan bencana dengan berbagai kejadian bencana yang kompleks seperti bencana alam banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan kebakaran pemukiman maupun kebakaran hutan dan lahan.
Dengan terbentuknya badan yang khusus menangani masalah penanggulangan bencana ini maka ketika terjadi bencana, daerah punya tim khusus yang bisa bertindak secara cepat, termasuk pasca bencana. (uly/adv/Diskominfo Kaltim)