Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim pun terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kukar untuk memonitor ketinggian muka air di daerah tersebut.
Seperti diketahui, banjir sempat menggenangi pemukiman warga Desa Klekat, Kecamatan Kembang Janggut, beberapa hari lalu. Meski ketinggian air berangsur surut, warga tetap mendirikan panggung di dalam rumah untuk antisipasi jika terjadi banjir susulan.
Melihat kondisi banjir tersebut, pihak BPBD Kukar bersama pemerintah Kecamatan Kembang Janggut kemudian menyalurkan bantuan sembako bagi warga yang terdampak. Akibat banjir ini, sejumlah fasilitas umum dan rumah penduduk yang berada di pinggirian Sungai Belayan ikut terendam.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas BPBD Kukar, banjir di Desa Klekat berdampak terhadap 862 kepala keluarga, 2.794 jiwa dengan jumlah rumah terdampak 360 rumah. Sementara untuk fasilitas umum yang terdampak adalah Puskesmas Pembantu, TK dan SD, kantor desa, gedung Karang Taruna, masjid, gedung serba guna, serta gedung PKK.
Anggota Pusdalops BPBD Kaltim Muriono mengatakan, saat ini tabung gas sangat dibutuhkan oleh warga yang terdampak banjir, khususnya di Desa Klekat Kecamatan Kembang Janggut.
“Gas sudah tidak ada yang menjual lagi dikarenakan pengantaran tabung gas terhenti karena jalan darat tidak bisa diakses,” ungkap Muriono seraya menambahkan gas ukuran 3 Kg dijual sangat mahal dari Rp80-100 ribu per tabung. (Uly/adv/Diskominfo Kaltim)