Dikatakannya, kebutuhan sapi potong di Kaltim selama setahun sebanyak 40 ribu ekor, daging sapi sekitar 3 ribu ton, daging kerbau sekitar 3 ribu ton, ternak kambing 50 ribu ekor serta telur ayam ras 13. Ribu ton. “Hanya ayam pedaging yang sudah dapat dipenuhi oleh produksi dari dalam Kaltim,” jelas Munawwar.
Dia menambahkan, potensi investasi 3 komoditas yaitu ayam ras petelur, penggemukan sapi dan pembibitan sapi terus dilakukan dalam mendukung pemenuhan protein hewani terutama produksi daging merah yang masih jauh dari target untuk memenuhi konsumsi masyarakat Kaltim.
“Apalagi rencana menghadapi urbanisasi di kawasan Ibu Kota Negara di Kaltim, sehingga Pemprov Kaltim sudah menyusun buku yang memuat informasi mengenai prospek peluang investasi di bidang peternakan yang diperlukan investor untuk menanam modalnya,” tambah Munawwar.
Komoditas peternakan baik susu, daging dan telur merupakan sumber pangan yang sangat dibutuhkan , namun sampai saat ini kebutuhan daging masih tergantung impor, sehingga pemerintah melakukan upaya untuk menarik investor dalam rangka meningkatkan nilai investasi di sub sektor peternakan.
Untuk itu Red Meat and Cattle Partnership Australia Indonesia dipercaya oleh Direktorat PPHNAK untuk membantu menyusun tools investasi atau alat bantu pengambilan keputusan investasi di sektor peternakan sapi. (Uly/ADV/Diskominfo Kaltim)