Siaran yang mengudara setiap hari pukul 08.30 WITA tersebut menyampaikan informasi terkait situasi kondisi dan kebencanaan yang ada di wilayah kabupaten/kota di Kaltim.
Bahkan, radio siaga bencana ini juga menyampaikan seputar informasi cuaca terupdate dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) termasuk peringatan dini cuaca dan hal-hal penting kebencanaan kepada masyarakat selama 1 x 24 jam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Rudi Syafriadi melalui Kepala Seksi Penanganan Darurat Sugeng Priyanto didampingi staf Pusdalops Muriono mengatakan, dalam siaran radio siaga bencana tersebut pihaknya juga menyelipkan informasi sebaran hotspot yang datanya diperoleh dari BMKG, ASMC, LAPAN dan SIPONGI.“Jadi informasi hotspot ini juga akan kami sampaikan ke BPBD di kabupaten/kota untuk ditindaklanjuti,” ungkap Muriono.
Termasuk himbauan kepada BPBD kabupaten/kota agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana khususnya bencana hidrometeorologi atau bencana alam yang diakibatkan fenomena meteorologi seperti angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi.
“Kami juga meminta kepada BPBD kabupaten/kota untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tambah Muriono
Untuk diketahui, Indonesia memiliki setidaknya 13 tipe bencana, baik bencana yang datang dari alam maupun dari hasil perbuatan manusia. Bencana tersebut diantaranya banjir, erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kebakaran hutan, bencana sosial bahkan bencana karena wabah penyakit.
Dalam sentuhan geologis, Indonesia merupakan negeri di atas bencana atau lingkaran cincin api (ring of fire ) yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi. Tiap kali bencana muncul memberikan dampak luar biasa baik jiwa harta benda maupun infrastruktur dan sektor lainnya. Untuk itulah kesadaran masyarakat harus didorong salah satunya melalui siaran radio berupa informasi secara massif mengenai kebencanaan. (Uly/ADV/Diskominfo Kaltim)