Kepala BPBD Kaltim Yudha Pranoto melalui Kepala Seksi Penanganan Darurat Sugeng Priyanto mengatakan, khusus untuk BPBD berfokus pada antisipasi terjadinya berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga gempa.
“Jadi sewaktu-waktu terjadi bencana, kita sudah tahu kemana koordinasinya, siapa berbuat apa itu juga sudah jelas,” kata Sugeng kepada korankaltim.com
Dalam rapat tersebut juga dibahas bagaimana mekanisme koordinasi, ketersediaan sarana dan prasarana, logistis, alokasi pendanaan, ketersediaan sumber daya manusia, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta berbagai hal penting lainnya jika terjadi bencana.
Selain itu, dalam rangka mudik dan arus balik lebaran nanti, pihaknya juga mengimbau kepada para pemudik untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun serta kelengkapan dosis vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku perjalanan karena mudik pada tahun ini masih dalam suasana pandemi.
Seperti diketahui rapat lintas sektoral dilaksanakan secara virtual dari Mabes Polri dipimpin Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta sejumlah menteri terkait lainnya.
Di Mapolda Kaltim sendiri hadir diantaranya Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Kapolda Kaltim Irjen (Pol) Imam Sugianto, Inspektorat Kodam VI/Mulawarman Brigjen (TNI) Bambang Indrayanto, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim AFF Sembiring, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi yang ditemui usai Rakor mengatakan, dari hasil pemaparan sejumlah sektor dan kementerian terkait persiapan Idulfitri 1443 H dan arus mudik, baik mengenai pengamanan, kesiapan moda transportasi, tenaga kesehatan, stok BBM hingga laporan cuaca semuanya aman terkendali.
“Kalau di wilayah Kaltim tidak terlalu dikhawatirkan, karena rata-rata pemudik Kaltim tujuannya ke Sulawesi dan Jawa Timur dengan menggunakan angkutan udara dan kapal laut,” jelas Hadi Mulyadi. (adv)
Penulis : Maruly Zainuddin