Kepala DPKH Kaltim Munawwar mengatakan, peningkatan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sub sektor peternakan pada tahun 2021 sebesar Rp36,41 miliar dari Rp2.218,67 miliar menjadi Rp2.255,08 miliar.
Begitu juga dengan Nilai Tukar Petani (NTP) peternakan mengalami peningkatan sebesar 2,58 dari 101,65 menjadi 104,27. Nilai tukar petani (peternak) di atas 100 artinya peternak masih untung karena nilai penjualannya lebih tinggi dari pada biaya rumah tangga.
Dikatakannya, perkembangan usaha peternakan perunggasan baik ras pedaging, ras petelur maupun ayam buras sangat menggembirakan. Kebutuhan daging ayam sudah dapat dipenuhi dari produksi Kaltim tahun 2021 yaitu sebesar 59.531,48 ton. Kemajuan perunggasan ini didukung dengan adanya 6 breeding farm (pembibitan ayam)yang ada di Kaltim.
“Mengenai hambatan dalam pengembangan perunggasan di Kaltim adalah belum adanya pabrik pakan ternak sehingga masih harus didatangkan dari luar Kaltim. Namun demikian, ke depan produksi daging ayam ini akan dapat didorong untuk memasok kebutuhan di luar Kaltim bahkan ke luar negeri,” jelas Munawwar.
Disinggung mengenai kondisi di Kaltim yang belum bebas dari ancaman Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), hal tersebut menurutnya juga menjadi satu permasalahan. Pada tahun lalu jumlah kejadian penyakit Bruellosis sebanyak 68 kasus, sedangkan untuk penyakit Jembrana dan flu burung nol kasus serta rabies 1 kasus.
Sementara itu diakuinya untuk populasi sapi potong di Kaltim pada tahun 2021 sudah mencapai 120.446 ekor, namun jumlah tersebut masih jauh dari populasi dasar minimal yang dibutuhkan untuk mencapai kebutuhan daging sapi secara berdaulat yaitu sebesar 519.794 ekor pada 2022.
“Dalam rangka percepatan penambahan populasi ternak sapi, kami merencanakan pengembangan dengan pola mini ranch dan desa sapi korporasi. Pada tahun ini target pembangunan mini ranch ada 49 unit, sedangkan untuk pengembangan sapi desa korporasi yang bekerjasama dengan perusahaan swata pertambangan telah dimulai pada 2021 di Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 500 ekor sapi,” ungkap Munawwar. (adv)
Penulis/Editor: Maruly Z