Kepala Inspektorat Kaltim Irfan Pranata melalui Kasubag Perencanaan dan Program Hery Nordi mengatakan, 9 Kepala Inspektorat Kabupaten/Kota yang akan mengikuti pelatihan yakni Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Barat serta Mahakam Ulu. “Jumlah peserta keseluruhan dari Kaltim ada 14 orang,” jelas Heri.
Latar belakang pelatihan ini sendiri karena APIP dituntut menghasilkan laporan pengawasan yang berkualitas dan berdampak bagi pengambilan kebijakan pemerintah. Namun, APIP kerap kali berhadapan dengan isu peningkatan kompetensi dan kapabilitas. Untuk menjawab tantangan tersebut, peningkatan kapabilitas dilakukan melalui sertifikasi, salah satunya Certification of Government Chief Audit Executive (CGCAE).
“BPKP telah mengembangkan program pendidikan supaya audit dilaksanakan oleh auditor yang kompeten supaya dapat menjaga mutu. Namun, hal itu dirasa belum cukup. Peningkatan kompetensi juga diperlukan untuk para pimpinan APIP,” jelas Kepala BPKP Muhamad Yusuf Ateh.
Melalui sertifikasi ini, para pimpinan APIP yang berlatar belakang nonaudit akan dibekali kemampuan untuk berpikir holistik agar bisa memfokuskan SDM APIP yang memberikan nilai lebih kepada manajemen.
Terdapat tiga materi yang akan didapatkan peserta pada program CGCAE ini, yakni Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Internal (TKMRPI), audit internal, dan kebijakan pengawasan.
“Sebagai motor penggerak, pimpinan APIP harus mahir dalam memanfaatkan sumber informasi, mengatasi tantangan dan menyusun strategi memenuhi prioritas APIP,”. Lanjutnya seraya mengatakan peningkatan kualitas ini akan bermanfaat bagi pemeriksa eksternal agar pemeriksaan lebih cepat, terarah, dan hasil lebih baik.
Sumber: Inspektorat Kaltim
Editor: Maruly Z/korankaltim.com