Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi serta pembinaan kepada Kelompok Tani Tasyawal di Kecamatan Kaliorang dan Kelompok Tani Mutiara Jaya di Kecamatan Sangkulirang.
Dikatakan Munawwar, kunjungan itu pula dilakukan terkait tindak lanjut usulan kelompok tani tersebut mengenai fasilitas penyediaan air berupa bak penampungan dan mesin pompa tandon dalam memenuhi kebutuhan air untuk ternak dan kebun hijauan pakan ternak.
“Sumber pendanaanya berasal dari bantuan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian tahun anggaran 2021 melalui kegiatan irigasi dan perpompaan untuk peternakan,”jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Pemkab Kutim bersama Pemprov Kaltim sejak beberapa tahun lalu terus menggalakan program pola integrasi sapi-sawit dalam rangka mencapai swasembada daging.
Saat ini, pusat pengembangan sapi di Kutim dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Sangkulirang, Kaliorang, Rantau Pulung, Muara Wahau dan Kecamatan Kongbeng. Adapun jumlah populasinya sudah lebih dari 17 ribu ekor.
Program pengembangan dan penggemukan sapi dilakukan kelompok tani yang ada kelapa sawitnya, yakni untuk mendukung program integrasi sawit-sapi sesuai kontrak kerja dengan Pemprov Kaltim.
Untuk mendukung program integrasi sawit-sapi itu pula, Pemkab Kutim juga menggandeng sejumlah perusahan tambang dan menjalin kerja sama dengan perusahaan perkebunan sawit.
Integrasi sawit-sapi dapat dilakukan pada tanaman sawit di atas tujuh tahun. Di usia itu, kelapa sawit sudah tinggi sehingga tidak terganggu oleh kehadiran sapi. Adapun keuntungan integrasi ini adalah sapi bisa makan rumput dan limbah sawit, sedangkan kotoran sapi bisa menjadi pupuk bagi sawit, termasuk sapi bisa digunakan sebagai angkutan sawit.
Sumber : Rilis Disnakeswan Kaltim
Editor: Maruly Z/korankaltim.com