Ratusan hewan ternak untuk kurban tersebut diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Cemara Nusantara 03 lewat jalur tol laut. Untuk mendatangkan ratusan hewan ternak tersebut, Disnakeswan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Stasiun Karantina kelas 1 Samarinda selaku instansi yang menangani karantina hewan.
“Selama ini NTT telah menjadi penyangga kebutuhan daging sapi di daerah konsumen seperti Kaltim. Terlebih menjelang hari raya kurban, permintaan daging sapi selalu mengalami peningkatan,”jelas Munawwar.
Untuk diketahui, sapi asal NTT ini diangkut menggunakan kapal dengan menempuh perjalananan selama empat hari dari Pelabuhan Kupang. Nantinya, sapi-sapi tersebut akan didistribusikan ke rumah pemotongan hewan, maupun jagal hewan yang selanjutnya di pasarkan ke setiap daerah di Kaltim.
Adapun kebutuhan konsumsi daging sapi di Kaltim tergolong tinggi, hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya yakni adanya perusahaan-perusahaan yang membutuhkan daging sapi untuk karyawannya, termasuk tempat usaha rumah makan. Sedikitnya dalam setahun, Kaltim membutuhkan sekitar 65 ribu sapi guna dapat memenuhi kebutuhan daging di Kaltim yang cukup tinggi.
Disela peninjauan tersebut Munawwar menuturkan, penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak telah memperhatikan prinsip animal welfare yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa sakit, luka, penyakit dan kondisi tertekan. Kemudian bebas dari penganiayaan dan penyalahgunaan, bebas untuk dapat melakukan perilaku alaminya, serta bebas dari perlakukan kasar dan pembunuhan.
Dikatakannya pula, dampak adanya kapal ternak tersebut dapat meminimalkan penyusutan bobot ternak bahkan kematian yang dikarenakan penanganan sapi yang tidak layak di atas kapal. “Selain itu, pemanfaatan kapal ternak berimplikasi pada optimalnya konektivitas daerah sentra produksi dan konsumen,” jelasnya.
Sumber: humas Disnakeswan Kaltim
Editor: Maruly Z