Termasuk pula untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) personel TRC PB pada pertolongan, penyelamatan dan evakuasi korban secara team work yang cepat dan tepat.
Dikatakan Kurniawan, kegiatan pembekalan ini sejalan dengan program Pemprov Kaltim dalam peningkatan SDM untuk menghadapi berbagai bencana yang ada di Kaltim dan juga merupakan salah satu prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, guna mendukung visi-misi Kaltim Berdaulat khusunya membentuk SDM yang berkarakter, berkualitas dan memiliki daya saing.
“Fakta kebencanaan selama tahun bertahun meningkat tanpa kita sadari, baik dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan bencana lainnya,” jelas Kurniawan.
Pandemi Covid-19 jelasnya masih banyak melanda Indonesia dengan peningkatan kasus yang sangat signifikan. Dia menuturkan, untuk Kaltim sendiri sudah menempati posisi ketujuh untuk seluruh provinsi yang ada di Indonesia dengan angka terkonfirmasi positif tertinggi yaitu 470 kasus, dan meninggal dunia sebanyak 9 kasus.
Sementara untuk tingkat kabupaten/kota di Kaltim, Balikpapan yang tertinggi dengan jumlah 181 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada 27 Juni 2021. Oleh karena itu menurutnya, perlu ada mitigasi bencana yang cukup matang, dan belajar kembali manajemen bencana agar bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari bencana.
“Saya berharap peserta dapat meningkatkan kualitas, kemampuan teknis dan manajerial, karena Anda semua adalah ujung tombak dalam penanganan dan penanggulangan darurat bencana,” tuturnya.
Dia juga berpesan kepada personel yang tergabung dalam TRC harus dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi, lebih terampil, cepat, tepat dan terarah pada saat tanggap darurat.
Sumber: Rilis BPBD Kaltim
Editor: Maruly Z