Desa Jonggon yang merupakan salah satu bagian dari kecamatan Loa Kulu diantara desa-desa yang lain. Desa ini memiliki letak paling jauh yakni berjarak 77 Km dari ibukota Kecamatan Loa Kulu dan sekaligus paling dekat dengan wilayah operasional perusahaan yang berinvestasi pada bidang eksploitasi batu bara.
Hasil kegiatan reklamasi lahan pasca tambang eks konsesi PT Mitra Harapan Utama (MHU) menghasilkan tidak kurang 300 hektare lahan rekondisi. Fenomena tersebut pada perkembangan selanjutnya membentuk padang penggembalaan yang dapat dimanfaatkan oleh peternak yang ada disekitar lahan, dan bila hal tersebut dikelola dengan baik, hingga suatu ketika akan terbentuk sustainable farming atau padang penggembalaan terkontrol.
Demi mendukung pencapaian swasembada daging, Disnakeswan akan terus melakukan pengembangan mini ranch atau budidaya sapi di lahan penggembalaan bekerja sama dengan lebih banyak perusahaan tambang di Kaltim. Kini, Desa Margahayu dan Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kukar sudah berhasil disulap menjadi lokasi peternakan sapi dengan banyaknya bermunculan kelompok tani peternak sapi.
Hal inilah yang membuat Gubernur Kaltim Isran Noor dan rombongan melakukan lawatannya ke Margahayu dan Jonggon Jaya pada Kamis (10/6/21) untuk melihat langsung aktivitas kelompok tani yang ada di desa tersebut. Saat ini, kedua desa memiliki populasi sapi tidak kurang 1.400 ekor yang berasal dari 5 kelompok tani dengan rata-rata kepemilikan 15 ekor per anggota kelompok.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kaltim, Munawwar mengatakan, lima kelompok tani itu adalah Kelompok Tani Karya Makmur berdiri 2008 dengan kepemilikan 300 ekor sapi. Kelompok Tani Aman Maju Maju berdiri 2009 dengan kepemilikan 350 ekor sapi.
Kelompok Tani Sumber Rezeki yang berdiri 2009 memiliki 250 ekor sapi. Kelompok Tani Karya Bersama berdiri 2010 memiliki 300 ekor sapi, dan Kelompok Tani Margahayu Makmur berdiri 2012 dengan kepemilikan 200 ekor sapi.
“Hasil kegiatan reklamasi lahan pasca tambang eks konsesi PT MHU menghasilkan tidak kurang 300 hektare lahan rekondisi dan sekitar 200 hektare sudah dimanfaatkan untuk pengembangan mini ranch,” jelas Munawwar.
Penulis: Maruly
Editor : Bambang Irawan