Untuk dapat menanggulangi risiko bencana tersebut, dibutuhkan perencanaan secara terpadu, disiplin dan terkoordinasi serta berwawasan lingkungan, sehingga ketika terjadi bencana, seluruh pihak sudah siap.
“Melalui Rakorda ini saya berharap seluruh unsur dapat meningkatkan koordinasi, sinergitas, kolaborasi, sinkronisasi, berkolaborasi dan evaluasi program kegiatan, sehingga dapat menghasilkan rumusan bersama dalam penanggulangan bencana ke depan yang lebih baik dan berkesinambungan guna mewujudkan masyarakat Kaltim yang tangguh menghadapi bencana,” kata Yudha.
Selain itu Yudha juga mengimbau pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga kita semua harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) 3 M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Upaya ini jelasnya dilakukan sebagai bentuk pencegahan.
Untuk diketahui, Rakorda ini mengusung tema “Bersama Kita dalam Penangulangan Bencana”. Rakorda ini juga sebagai tindak lanjut arahan Presiden pada Rakornas 2021 dan arahan Gubernur Kaltim.
Hadir pada Rakorda tersebut Wakil Bupati Kutim, perwakilan Kemendagri, BPBD Kabupaten/Kota se-Kaltim, Bappeda Provinsi Kaltim, TNI, Polri, dan unsur perguruan tinggi diantaranya Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Lembaga Swadaya Masyarakat serta unsur masyarakat sendiri.
Narasumber pada Rakorda tersebut Direktorat Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri , dan Bappeda Kaltim yang menyampaikan materi secara daring, Kepala BPBD Berau dan dari Akademisi UMKT.
Penulis: Maruly Z
Editor: Aspian Nur