Kepala Perum Bulog Cabang Samarinda, Mardi Haryanto menuturkan, untuk bisa mewujudkan hal tersebut tentu butuh dukungan dari para kepala daerah dalam bentuk kebijakan, sehingga beras yang dijual oleh Bulog bisa dibeli oleh ASN.
“Jadi nanti Bulog membeli beras petani di Kaltim dan kami jual lagi ke ASN di Kaltim. Kami siap membeli berasnya jika pasarnya memang ada. Mudahan dapat dukungan kepala daerah,” kata Mardi.
Sejauh ini beras lokal Kaltim banyak dipasok dari para petani di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sedang mengalami musim panen, bahkan jelasnya tak menutup kemungkinan jika ada petani dari kabupaten lain yang ingin menjual beras ke Bulog, pihaknya pun siap untuk membeli sejauh memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.
Ditunjang dengan kapasitas gudang yang besar, pihaknya yakin gudang tersebut mampu untuk menampung beras dari para petani lokal. Saat ini saja, Bulog Samarinda memiliki dua gudang besar yang mampu menampung hingga 20 ribu ton beras, termasuk tiga gudang ukuran sedang yang masing-masing mampu menyimpan hingga 3.500 ton beras.
“Kalau sekarang di gudang kami ada sekitar 1.400 ton beras medium dan 150 ton beras premium yang siap sewaktu-waktu didistribusikan,” papar Mardiyanto.
Bahkan, menjelang Lebaran yang baru lalu, Bulog Samarinda tetap melaksanakan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan atau gejolak harga beras. Beras yang dijual oleh Bulog sendiri jelasnya jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp9.950 per Kg untuk beras medium dan Rp13.300 per kilogram untuk jenis premium.
Untuk diketahui, pemasaran beras Bulog Samarinda sendiri melayani enam kabupaten/kota di Kaltim seperti Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Mahulu, Bontang, dan Samarinda. Selain itu, Bulog Samarinda juga memiliki mitra penjualan di 12 pasar yang ada di Samarinda, terdiri dari pedagang, pengecer hingga distributor.
Penulis: Maruly
Editor: Aspian Nur