Dalam lawatannya tersebut, Munawwar yang didampingi pula Kepala UPTD PTHPT, Ngurah Suryawan juga berkesempatan mengunjungi kandang rusa, kandang sapi Bull, kebun HPT dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama pegawai UPTD PTHPT.
Dikatakan Munawwar, maksud dan tujuan kunjungan lapangan ke PPU tersebut tak lain untuk melakukan pembinaan sekaligus monitoring kepada kelompok peternak yang ada di kabupaten tersebut, mulai dari pola peternakan, pembibitan, kendala yang dihadapi peternak hingga melihat langsung populasi ternak yang dikembangkan.
“Kami ingin kelompok peternak yang ada di Kaltim ini juga siap menyambut IKN. Perkiraan saya, kalau IKN ini terwujud, jumlah populasi manusia yang akan masuk ke Kaltim sekitar 1,5 juta jiwa, maka kebutuhan akan hasil peternakan khususnya daging merah akan meningkat, dan ini peluang,” kata Munawwar yang belum genap sebulan memimpin instansi tersebut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, di PPU pihaknya juga melakukan monitoring terhadap bantuan mini ranch atau kandang penggembalaan mini, shelter dan gangway yang dikelola kelompok peternak.
Adapun pengembangan kawasan dengan pembangunan mini ranch tersebut jelasnya telah dimulai sejak 2019 lalu yang pendanaanya dibiayai APBD Kaltim. Selain di PPU, mini ranch juga terdapat di Kabupaten Paser, Kutai Timur dan Kutai Barat. Setiap mini ranch memiliki luas 35 hektare yang dikelola oleh kelompok peternak.
Fasilitas mini ranch berupa pagar, kandang/shelter dan penanaman hijauan pakan ternak berkualitas akan dapat meningkatkan produktivitas peternakan, karena mampu mempercepat pertumbuhan dan pertambahan ternak, sebab pakan disiapkan dalam kawasan penggembalaan.
"Fungsi pemerintah ini pembinaan dan monitoring, intinya agar dengan adanya program mini rance ini, para peternak khususnya di PPU bisa hidup sejahtera,” ungkapnya.
Dia berharap program pengembangan mini ranch di PPU ini bisa berhasil, sehingga dapat memenuhi permintaan kebutuhan akan daging merah di Provinsi Kaltim.[adv]
Penulis: Maruly Z
Editor : Rusdi