Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kaltim misalnya, dari 4 Destana yang sudah terbentuk, ada 2 Destana dengan kerawanan banjir yakni Destana Lempake dan Sungai Siring. Sementara 2 Destana lainnya dengan kerawanan Karhutla yakni Sungai Kapih dan Makroman.
Sementara itu, meski jarang terjadi, faktanya di Kaltim juga membentuk Destana dengan kerawanan tsunami yakni di Desa Saloloang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Seperti diberitakan sebelumnya, program pembentukan Destana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim dinilai memberikan banyak manfaat khususnya bagi masyarakat di tingkat bawah.
Selain akan memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi, warga juga dapat menghindari ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.
Terlebih keberadaan Destana dianggap sangat penting mengingat Indonesia adalah Negara yang berada di jalur cincin api (rings of fire) yang sangat mungkin terjadi bencana sewaktu-waktu yang dapat mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh alam dan atau non alam maupun manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikoligis lainnya.
Sekretaris BPBD Kaltim, Tanto Kusneri didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan, Dodi Farid Munadi mengatakan, dipenghujung tahun ini pihaknya kembali akan membentuk 1 Destana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Lokasi Destana yang akan kami bentuk ada di Kukar, sekerang persiapannya terus kami lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah terbentuk Destana baru,” kata Dodi.
Hingga pertengahan November 2020, sudah ada sebanyak 21 Destana yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Kaltim.
BPBD mentargetkan, selama dua tahun ke depan, akan menambah 20 Destana khususnya di kelurahan yang memang dianggap rawan terjadinya bencana. Dodi menambahkan, masyarakat yang ada di desa/kelurahan memang menjadi fokus utama pemberdayaan, karena masyarakat di kelurahan penerima dampak langsung dari bencana dan sebagai pelaku langsung yang akan merespon bencana yang ada di sekitarnya.
“Dengan memanfaatkan semua potensi sumber daya yang dimiliki, masyarakat desa/kelurahan dapat menjadi tangguh terhadap dampak bencana, sehingga risiko korban jiwa, kerugian harta, dan lain-lain dapat diperkecil atau bahkan dihindari,” jelasnya.(adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor : Rusdi
Data Sebaran Destana di Kabupaten/kota Se-Kaltim
1. Samarinda :
-Kelurahan Lempake,
- Sungai Siring,
- Sungai Kapih
- Makroman.
2. Kabupaten Kutai Kartanegara :
- Kelurahan Loa Ipuh Darat,
- Desa Purwajaya.
3. Kabupaten Kutai Timur
- Desa Sepaso,
- Margo Mulyo,
- Swarga Bara,
- Singa Gembara,
- Sangkimah,
- Teluk Pandan serta
- Kelurahan Sengatta Selatan.
4. Kabupaten Paser
- Desa Tanah Priuk
- Kelurahan Long Kali.
5. Kabupaten Penajam Paser Utara
- Desa Sumber Sari
- Babulu,
- Lok Dam
- Sepaku,
- Desa Api-Api serta
- Kelurahan Sololoang.
6. Kabupaten Berau
- Kampung Tumbit Melayu,
- Kelurahan Sambaliung.
7. Kabupaten Kutai Barat
- Kampung Muara Batuq
- Kelurahan Melak Ilir.
8. Kota Bontang
- Kelurahan Lok Tuan
- Berbas Pantai.
Sumber : BPBD Kaltim