Paket bantuan yang diberikan seperti peralatan diversifikasi usaha yang ditujukan untuk 30 kelompok wanita dan putri nelayan berupa alat pengolahan makanan diantaranya wajan dan panci penggorengan dan sejumlah alat dapur lainnya.
Selain itu ada paket bantuan peralatan diversifikasi usaha berupa toolkit atau alat pertukangan dan perbengkelan yang diberikan kepada 70 kelompok nelayan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses perbaikan kapal yang biasa digunakan melaut jika mengalami kerusakan.
Sebanyak 10 kelompok nelayan lainnya juga mendapatkan paket bantuan untuk budiaya ikan dalam ember (Budikdamber) termasuk bantuan bibit ikan yang biasa dikembangbiakan para nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa bahan laminasi kapal untuk 10 kelompok nelayan yang dapat digunakan untuk proses pelapisan kapal khususnya kapal kayu yang bertujuan untuk memperbaiki, memperkuat lapisan sejumlah sambungan kapal agar tak mengalami kebocoran.
Dari sektor swasta juga memberikan bantuan berupa alat fish finder atau alat untuk mendeteksi keberadaan ikan yang disampaikan kepada kelompok nelayan Handil Jaya. Sejumlah bantuan baik dari pemerintah maupun swasta kepada para nelayan ini diharapkan mampu membantu kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan dalam rangka meningkatkan jumlah produksi ikan khususnya di Provinsi Kaltim.
Kepala DKP Kaltim, Riza Indra Riadi mengatakan, berdasarkan data terbaru yang ada, potensi sektor perikanan di Kaltim masih sangat besar. Apalagi ditunjang dengan garis pantainya sepanjang 3 ribu kilometer (Km) yang membentang dari Kabupaten Berau di sebelah Utara hingga ke Kabupaten Paser di sebelah Selatan.
Untuk wilayah penangkapan ikan pun jelas Riza masih sangat luas mencapai 12 juta hektar dengan potensi sumber daya perikanan mencapai 139 ribu ton per tahun dan baru termanfaatkan 40 persenya.Sedangkan luas wilayah perairan umum mencapai 2 juta juta hektar dengan potensi sumber daya ikan mencapai 69 ribu ton dan baru dimanfaatkan sebesar 20 persen dari total luas wilayah perairan umum.
“Kawasan yang belum termanfaatkan juga masih sangat luas, masih besar sekali potensi perikanan di Kaltim ini. Kami berharap para nelayan bisa memanfaatkan kekayaan alam ini secara maskimal, dan dalam menangkap ikan jangan menggunakan cara yang dapat merusak lingkungan,” pinta Riza. (adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor: Aspian Nur