Kabupaten Kutai Kartanegara menyumbang produksi ikan laut terbesar bagi Kaltim sebesar 42.101 ton atau sekitar 32 persen dari total produksi ikan Kaltim. Tak hanya itu, Kabupaten Kutai Kartanegara juga menjadi penyumbang terbesar produksi ikan air tawar di Kaltim sebesar 78,86 persen dari total produksi ikan air tawar Kaltim.
“Sangat disayangkan jika kegiatan ini (program pemberdayaan nelayan) tidak dapat mencakup seluruh nelayan dan wanita nelayan di Kaltim. Sangat beruntung bagi nelayan yang terpilih untuk mengikuti kegiatan ini, karena masih banyak nelayan yang tidak bisa mengikuti program pemberdayaan ini,” kata Riza.
Dia berharap program pemberdayaan nelayan ini akan berdampak positif terhadap usaha penangkapan ikan dan menumbuhkan mata pencaharian alternative sebagai sumber penghasilan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan, termasuk memberikan kontribusi perekonomian Kaltim.
Diberitakan sebelumnya, DKP Kaltim menggelar bimtek pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan. Kegiatan ini dirangkai dengan sosialisasi program atau kegiatan khususnya di Bidang Perikanan Tangkap termasuk akan diadakan pula gerai pendanaan nelayan, perlindungan nelayan, aplikasi laut nusantara serta teknologi alat bantu penangkapan ikan.
Bimtek ini diikuti sebanyak 100 peserta yang merupakan para nelayan dan wanita nelayan yang ada di Desa Pantuan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Para wanita nelayan ini nanti akan dilatih cara memanfaatkan hasil tangkapan ikan untuk diolah menjadi makanan.
Seperti mengolah sampah dan limbah termasuk ikan rucah seperti kepala udang yang kebanyakan tidak dimanfaatkan, itu bisa diolah lagi menjadi produk bernilai ekonomi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Termasuk akan ada bimtek inovasi produk perikanan. Adapun pengisi materi di bimtek ini seperti dari perbankan dan jasa asuransi yang akan mengisi gerai fasilitasi pendanaan nelayan, BPJS, Jasindo dan Aplikasi Laut.
Kemudian ada dari Balai Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang yang akan memberikan pelatihan mengenai pemeliharaan dan perawatan kapal kayu dan kapal fiber, termasuk pengenalan dan praktek pembuatan laminasi kayu dan fiber untuk kapal perikanan.
Sementara itu ada pula pemateri dari Pertamina Hulu Mahakam yang mengadakan bimtek keterampilan otomotif untuk pengembangan usaha mandiri di bidang perbengkelan. Selain itu, adapula dari pihak operator telekomunikasi yang akan menyampaikan materi seputar dukungan aplikasi laut nusantara dalam meningkatkan produktivitas nelayan.
Dari DKP Kaltim sendiri ada dari Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Perikanan yang akan memberikan pelatihan mengenai pengenalan budidaya ikan dalam ember. (adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor : Bambang Irawan