Kepala BPBD Kaltim, Yudha Pranoto mengatakan, bantuan tersebut dikirim langsung oleh Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Ibnu Asur, totalnya sebanyak 500 ribu lembar dengan 2 kali pengiriman yakni pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2020.
“Bantuan masker kainnya sekarang sudah kami simpan di gudang BPBD kalau ada keperluan untuk dibagikan ke masyarakat langsung kami distribusikan,” kata Yudha didampingi staf Logistik, Satria.
Pembagian masker tersebut nantinya juga akan menjadi bagian dari kampanye Gugus Tugas Covid-19 Kaltim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menerapkan protokol kesehatan untuk terhindar dari penularan wabah berbahaya yang ditularkan oleh virus SARS-CoV-2.“Jadi pakai masker. Ini seperti ngomong sekarang ini enggak boleh dilepas. Kalau enggak ngomong nggak apa-apa. Tapi kalau ngomong, droplet,” jelasnya.
Kemudian, dalam penerapan protokol kesehatan itu juga ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun. Tak henti-hentinya juga dia mengingatkan perlunya mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan juga mengimbau untuk tidak sering-sering menyentuh area wajah, mulut, hidung dan mata. “Dan tentunya semua kita ini diminta untuk menjaga ketahanan tubuh, imunitas kita, sehingga kita dengan kuat terhindar dari Covid-19 ini,” ujar Yudha lagi.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Pemprov Kaltim melalui BPBD juga menerima bantuan untuk penanganan Covid-19 dari BNPB berupa Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 86 koli atau setara dengan 4.300 lembar.
APD tersebut kemudian didistribusikan kepada RSKD Balikpapan sekitar enam koli (300 pcs), dan BPBD Balikpapan 10 koli (500 pcs). Sedangkan sisanya yang 70 koli (3.500 pcs) APD diserahkan ke Dinas Kesehatan Kaltim untuk selanjutnya didistribusikan ke rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dan tim medis Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Kaltim.
Selain untuk penanganan Covid-19, BPBD Kaltim juga menerima bantuan untuk antisipasi jika terjadi kondisi darurat bencana. Adapun bantuan yang diberikan berupa logistik dan peralatan dari BNPB seperti kantong mayat sebanyak 35 lembar, perlengkapan sekolah 60 paket, selimut 240 lembar, tenda gulung 50 lembar, paket perlengkapan bayi 200 paket, sarung tangan kain 14 pasang, kontainer plastik 10 unit, serta matras sebanyak 120 lembar.
Selain itu adapula bantuan berupa logistik seperti sandang sebanyak 225 paket, lauk pauk 420 paket, makanan siap saji 420 paket, makanan tambahan gizi 420 paket, paket perlengkapan keluarga 186 paket, serta paket kebersihan keluarga sebanyak 150 paket. (adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor: Aspian Nur