Kepala DKP Kaltim, Riza Indra Riadi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Penangkapan Ikan dan Kenelayanan, Yuliana Nidyasari mengatakan, bimtek ini akan diikuti sebanyak 100 peserta yang merupakan para nelayan yang ada di Desa Pantuan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan, jadi jumlah peserta ini akan kami bagi menjadi tiga kelompok masing-masing kelompok ada yang 35 orang untuk menghindari kerumunan. Jadi pematerinya keliling menyampaikan materi bergiliran,” kata Yuliana.
Dia menambahkan, dalam kegiatan ini nanti tidak hanya diikuti para nelayan pria, tapi juga wanita nelayan yang tak lain isteri dari para nelayan tersebut. “Para wanita nelayan ini nanti akan dilatih cara memanfaatkan hasil tangkapan ikan untuk diolah menjadi makanan. Seperti mengolah sampah dan limbah termasuk ikan rucah seperti kepala udang yang kebanyakan tidak dimanfaatkan, itu bisa diolah lagi menjadi produk bernilai ekonomi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Termasuk nanti juga ada bimtek inovasi produk perikanan misalnya seperti es krim kepiting di Bontang,” tambahnya.
Pengisi materi di bimtek ini jelas Yuliana juga cukup banyak seperti dari perbankan dan jasa asuransi yang akan mengisi gerai fasilitasi pendanaan nelayan, BPJS, Jasindo dan Aplikasi Laut. Kemudian ada dari Balai Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang yang akan memberikan pelatihan mengenai pemeliharaan dan perawatan kapal kayu dan kapal fiber, termasuk pengenalan dan praktek pembuatan laminasi kayu dan fiber untuk kapal perikanan.
Sementara itu ada pula pemateri dari Pertamina Hulu Mahakam yang mengadakan bimtek keterampilan otomotif untuk pengembangan usaha mandiri di bidang perbengkelan. Selain itu, adapula dari pihak operator telekomunikasi yang akan menyampaikan materi seputar dukungan aplikasi laut nusantara dalam meningkatkan produktivitas nelayan. “Untuk dari DKP Kaltim sendiri ada dari Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Perikanan yang akan memberikan pelatihan mengenai pengenalan budidaya ikan dalam ember,” jelas Yuli lagi. (adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor : Rusdi