Pemprov Kaltim sendiri, sedianya telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 48 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Termasuk Pemerintah Kabupaten dan Kota juga telah mengeluarkan aturan turunan menyikapi Inpres Nomor 6 Tahun 2020.
Kepala BPBD Provinsi Kaltim, Yudha Pranoto mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim melibatkan seluruh instansi terkait dalam mensosialisasikan dan penegakan Pergub tersebut sehingga harapannya bisa menekan jumlah kasus warga yang terpapar Covid-19.
Dia menginginkan dengan adanya sosialisasi Pergub termasuk Perwali dan Perbup ini, masyarakat bisa sadar dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan pada kegiatan sehari-hari.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kaltim ini untuk bersama-sama menerapkan protokol kesehatan dengan baik, tidak hanya ketika berkegiatan di kantor,tapi saat berkegiatan di masyarakat juga harus disiplin,” pintanya.
Protokol kesehatan yang dia maksud yakni biasa dikenal dengan slogan 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker wajah, menjaga jarak serta menghindari kerumunan banyak orang. “Lebih aman lagi, stay (tinggal) di rumah kalau memang tidak ada kepentingan keluar rumah. Batasi dulu kegiatan di luar rumah yang sekiranya tidak teralu penting. Termasuk warga yang jualan, kalau memungkinkan bisa jualan online saja karena kita tidak mau jumlah kasus warga yang terpapar Covid-19 ini terus bertambah,” terangnya menambahkan.
Lebih jauh dia mengatakan, sosialisasi Pergub ke masyarakat akan dilaksanakan selama dua minggu setelah ditandatangani, dan setelahnya maka Pergub akan diterapkan langsung dimasyarakat termasuk sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan.
“Kita tidak boleh menganggap remeh Covid-19 ini dan tetap harus waspada, tapi tidak boleh juga terlalu kuatir berlebihan, yang jelas selama protokol kesehatan dijalankan, setidaknya kita sudah berusaha agar terhindar dari paparannya,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, kita harus belajar dari warga Taiwan yang sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga jumlah kasus di Negara tersebut bisa ditekan. “Mereka itu (warga Taiwan) kemana-mana selalu pakai masker, bahkan telinga sampai berdarah karena ketat sekali memakai masker, nah kita juga paling tidak harus membiasakan pakai masker, karena masker bisa mencegah penularan,” ujarnya. (adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor : Rusdi