Kepala DKP Kaltim, Riza Indra Riadi melalui staf Bidang Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Joko menuturkan, sangat menyayangkan tak beroperasinya SPBN tersebut, bahkan dirinya pun sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan manajemen PT Citra Asia Kalimantan selaku pengelola SPBN. Namun belum juga menemukan solusi agar SPBN tersebut bisa segera kembali beroperasi.
“Mudahan dalam kondisi Covid-19 ini perikanan masih mampu menggerakan ekonomi rakyat. Karena (selama ini) nelayan tidak bisa berkegiatan kalau tidak ada BBM. Dan biaya operasional nelayan, 50 persen dari BBM,”terang Joko.
Terpisah, Manajer Operasional PT Citra Asia Kalimantan, Sungken Pramana membenarkan sejak akhir 2018 lalu sudah menghentikan kegiatan operasional di SPBN tersebut akibat tak ada pasokan BBM dari Pertamina.
Kondisi ini jelasnya sangat disayangkan, karena kehadiran SPBN tersebut selama ini sangat membantu bagi sekitar 10.361 nelayan yang tersebar di 7 kecamatan seperti Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, Muara Kaman, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.
“SPBN ini lokasinya juga sangat strategis di tepi sungai Mahakam dan berada tepat di samping pelelangan ikan. Nah, sekarang SPBN tidak beroperasi lagi, dan membuat nelayan kesulitan mendapatkan BBM, jadi mereka terpaksa membeli BBM dari sejumlah APMS (Agen Premium Minyak dan Solar),” jelas Sungken.
Dia juga menjelaskan, SPBN yang dibangun di era 100 hari kepemimpinan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 ini mampu menjual 60 ton premium dalam sebulan. “Tapi beberapa tahun belakangan ini ‘kan pengiriman premium dari Pertamina agak dikurangi dan digantikan dengan pertalite. Para nelayan ini kalau pakai pertalite mereka tidak mau, karena harganya lebih mahal dari premium yang biasa mereka gunakan. Kami juga jadi kesulitan melakukan penjualan, stok pertalite sebanyak 16 ton itu saja susah sekali habisnya dalam sebulan,”paparnya.
Akibat kondisi tersebut jelas Sungken, banyak kelompok tani nelayan setempat yang mendatangi pihaknya menanyakan terkait tak beroperasinya SPBN yang ada di hulu Mahakam ini. “Semoga saja ada solusi supaya SPBN ini bisa beroperasi kembali,” harapnya. (adv)
Penulis: Maruly Zainuddin
Editor Bambang Irawan