Dikatakan Kresnayana, di dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa standard penanggulangan bencana dibagi dalam tiga tahap yakni kondisi pra bencana, masa tanggap darurat dan pasca bencana. Dalam menjalankan fungsinya penanggulangan bencana kata Kresnayana, BPBD memiliki tiga fungsi yakni koordinasi, komando serta pelaksana.
“Selain fungsi koordinasi, kami (BPBD) juga bisa menjalankan fungsi komando dalam sistem penanggulangan bencana, misalnya memimpin evakuasi korban bencana, kami harus bisa turun langsung ke lapangan menjadi yang terdepan,” kata Krenayana.
Sementara dalam fungsi pelaksana, BPBD jelasnya juga bisa menjalankan berbagai langkah penangulangan bencana termasuk pada kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini. “Pada kondisi pandemi Covid-19 ini, kami (BPBD) sudah melakukan berbagai langkah diantaranya memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19 bagi kesehatan lewat Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) dan disebarluaskan oleh RRI Samarinda setiap harinya,” tambahnya
Tak hanya itu, BPBD pun terus menyalurkan berbagai bantuan baik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun masyarakat berupa Alat Pelindung Diri (APD) hingga cairan hand sanitizer.
Bantuan-bantuan tersebut jelas Kresnayana rutin disalurkan kepada berbagai pihak yang membutuhkan diantaranya rumah sakit rujukan, Puskesmas hingga klinik kesehatan. “Äda Puskesmas yang memerlukan APD seperti masker, kami salurkan bantuan maskernya,” katanya menambahkan.
Bahkan katanya lagi, BPBD Kaltim menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini dengan rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke berbagai fasilitas umum, seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran hingga fasilitas publik lainnya.
Melihat kondisi terkini dimana jumlah pasien terpapar Covid-19 belum ada tanda penurunan kasus, dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap taat dan disiplin mengikuti anjuran protokol kesehatan sebagai mana yang disampaikan tim Gugus Tugas.
“Kondisi saat ini menunjukan masih terjadi penularan di antara masyarakat dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan belum maksimal,” tuturnya. (adv)
Penulis: Maruly
Editor: Desman Minang