Setidaknya, sudah ada sebanyak 7.500 ekor bibit ketiga ikan tersebut yang disiapkan untuk dikembangkan dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA) di wilayah Tanjung Laut, Kota Bontang. Ketiga jenis ikan ini memang sengaja untuk dikembangkan, karena selain untuk memenuhi permintaan pasar ikan di Kaltim dan memiliki nilai jual ekspor, ketiga jenis ikan ini pun sudah terbukti berhasil dikembangkan diberbagai provinsi yang ada di Indonesia.
Kepala DKP Kaltim, Riza Indra Riadi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Perikanan, Farid menuturkan, dirinya optimistis program pembudidayaan ketiga jenis ikan ini akan berhasil dikembangkan di Kaltim.
“Kami sudah melakukan ujicobanya (budidaya ikan) di Bontang sejak bulan April lalu, dan kami optimistis sekali apa yang kami lakukan ini akan berhasil,” terang Farid.
Dia mengakui bibit ketiga jenis ikan ini didatangkan dari luar Kaltim. Benih ikan kakap putih misalnya, didatangkan dari Provinsi Bali, sementara benih bawal bintang didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Barat, sedangkan untuk benih bibit ikan kerapu didatangkan dari Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
“Sekarang ikannya masih proses pembesaran, dan mungkin besarnya sudah tiga jari orang dewasa. Kira-kira sekitar empat bulan lagi ikannya sudah bisa dipanen dan dikonsumsi. Kalau memang bibitnya ini bagus, maka akan kami lakukan pembenihan,” tambah Farid optimistis.
Jika program pembenihan ketiga ikan ini berhasil, maka kata Farid, secara tidak langsung upaya DKP ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya untuk cara pembenihan dan pembudidayaan yang baik khususnya dalam penggunaan pakan pelet yang direkomendasikan.
Sebab selama ini, dia mensinyalir banyak pelaku budidaya perikanan khususnya di Kaltim menggunakan rucah atau sejenis ikan kecil untuk pakan ikan. “Jika penggunaan rucah ini terus dilakukan, maka akan mengancam keberlangsungan ikan dan akan punah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, posisi perairan Bontang yang strategis juga menguntungkan dalam pembudidayaan ikan ekspor, lantaran jalur perairan Bontang kerap dilalai oleh kapal luar negeri terutama asal Hongkong yang biasa singgah membeli ikan jenis kerapu. (adv)
Penulis : Maruly
Editor: Desman Minang