Kepala DKP Kaltim, Riza Indra Riadi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Perikanan, Farid mengatakan, sebagai langkah awal, sejak saat ini pihaknya pun mulai melakukan sejumlah persiapan mulai dari proses penangkapan ikan-ikan lokal tersebut di alam hingga pembenihan di dalam kolam budidaya.
Agar target produksi ikan bisa segera terpenuhi dengan cepat, DKP pun menggandeng Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman (Unmul) dan balai sentral pembenihan ikan yang ada di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk melakukan hal yang sama.
“Jadi kami sama-sama mengembangkan ikan lokal ini, karena selain permintaan pasar yang tinggi, ikan lokal ini juga memiliki kandungan protein tinggi yang dibutuhkan tubuh. Ikan lokal Kaltim ini sebenarnya banyak saja disekitar kita, hanya belum banyak yang membudidayakannya,” terang Farid.
Sebagai salah satu langkah awal pula, DKP jelasnya dalam waktu dekat akan ke lapangan melakukan verifikasi kelompok-kelompok budidaya perikanan khususnya yang ada di Kecamatan Kota Bangun dan Muara Muntai, Kabupaten Kukar.
“Kelompok budidaya perikanan di Kota Bangun dan Muara Muntai ini sudah mengajukan proposal kepada kami (DKP) dan siap untuk melakukan budidaya ikan lokal ini. Setelah nanti kami lakukan verifikasi baru akan kami lakukan pendampingan untuk pembudidayaannya,” tambah Farid lagi.
Dia juga menambahkan, selama ini, kelompok budidaya perikanan tersebut memang ada sebagian yang sudah melakukan budidaya secara mandiri, namun hasilnya belum maksimal. Apalagi cara pembudiyaan yang dilakukan sangat tidak dianjurkan lantaran masih menggunaan runcah (ikan kecil) sebagai pakan utama ikan budidaya tersebut.
Seharusnya terang Farid, pakan yang dianjurkan adalah pelet ikan, karena perbandingan dalam menghasilkan daging ikan sangat jauh sekali perbedaannya. Dia mencontohkan, jika menggunakan pakan runcah, untuk menghasilkan satu kilogram daging ikan membutuhkan 8-10 ember runcah dengan harga Rp50 ribu per ember. Sementara jika menggunakan pelet jauh lebih hemat. Untuk menghasilkan satu kilogram daging ikan, hanya membutuhkan pelet sebanyak 2 kilogram dengan harga jual pelet Rp20-Rp40 ribu per kilogram. (adv)
Penulis: Maruly
Editor: Desman Minang