Kegiatan tersebut dibuka oleh Dasuki, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Masyarakat, yang mewakili Pemkot Bontang. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang dinilai sangat penting bagi keselamatan warga.
Dasuki memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang yang dinilai konsisten menjalankan tugas sesuai regulasi, khususnya dalam melakukan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan terkait upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
“Tugas ini bukan hanya amanah institusi, tetapi juga bentuk komitmen nyata dalam melindungi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Dasuki menekankan, kebakaran merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi. Karena itu, Pemkot Bontang terus mendorong peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai kunci untuk meminimalisir risiko dan kerugian.
Sosialisasi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat, dari yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dari belum paham menjadi paham, hingga yang kurang peduli menjadi lebih waspada dan bertanggung jawab terhadap keselamatan lingkungan.
Pemkot Bontang juga menargetkan terbangunnya peran aktif masyarakat melalui pembentukan dan penguatan kelompok-kelompok relawan kebakaran seperti Balakar, Masyarakat Peduli Api, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Arahan ini sejalan dengan kebijakan nasional melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 364.1-306 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran, yang menjadi dasar dalam pembinaan relawan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dasuki menekankan bahwa upaya pencegahan kebakaran tidak bisa diserahkan pada satu pihak saja. Pemkot Bontang menerapkan konsep 3 pilar kolaboratif, yakni, Pemerintah bagian yang menyusun program edukasi, regulasi, dan alokasi anggaran penanggulangan kebakaran. Kemudian, swasta, menguatkan dukungan melalui program CSR, khususnya penyediaan alat proteksi kebakaran dan bantuan teknis mitigasi. Terakhir, masyarakat yang menjadi garda terdepan dengan meningkatkan kewaspadaan, pengetahuan, dan partisipasi langsung.
“Dengan kolaborasi tiga pilar ini, ancaman kebakaran dapat diminimalisir secara signifikan dan ketangguhan wilayah dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.
Lebih jauh, Dasuki mengatakan, pemerintah menargetkan terciptanya kota yang aman, siaga, dan peduli keselamatan melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. (Adv)
Editor: Aspian Nur