Pengurus dan pengawas koperasi merupakan pihak yang paling penting dalam menjalankan roda usaha. Maka, peningkatan kapasitas adalah prioritas bagi pemerintah daerah.
Staf ahli bidang ekonomi, Rafidah, mengatakan bahwa kota Bontang mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program kemitraan antara usaha besar, UMKM, dan Koperasi Merah Putih.
"Hal ini merupakan langkah nyata pelaksanaan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam tentang pemberdayaan koperasi dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat," katanya.
Sebagai kota yamg telah sejak lama menjadi rumah bagi perusahaan-perusahaan besar. Namun, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan UMKM dan koperasi.
"Karena itu, melalui skema kemitraan baru ini, kita ingin memastikan investasi menjadi lebih inklusif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat kelurahan.," ungkapnya.
Kehadiran Koperasi Merah Putih di 15 kelurahan merupapakan terobosan penting. Koperasi tidak lagi sekadar lembaga ekonomi rakyat, tetapi menjadi simpul penggerak ekonomi lokal yang menghubungkan perusahaan besar dengan pelaku UMKM.
"Melalui pendampingan, akses pasar, dan keterlibatan dalam rantai pasok industri. UMKM bisa lebih mandiri," tegasnya.
Kekuatan industri dan kekuatan rakyat yang bergerak bersama untuk kemandirian ekonomi daerah adalah wujud ekonomi kolaboratif. Transformasi ini menandai perubahan Bontang dari Kota Industri menjadi Kolaborasi.
"Saya mengajak dunia usaha, koperasi, UMKM, dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan semangat kemitraan kuat, ekonomi hebat, sebagai pondasi Bontang yang maju dan sejahtera," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur