Diketahui, sebelumnya angka stunting di kota Bontang mencapai 27 persen. Kini dengan segala jerih payah berbagai pihak, turun hingga berada pada 16,34 persen.
Kepala Dinkes Bontang, Bachtiar Mabe, menjelaskan bahwa penurunan ini tidak terlepas dari keberhasilan penimbangan balita yang telah mencapai 100 persen di 15 kelurahan.
“Dengan seluruh balita ter data, pemantauan status gizi dan intervensi dini dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” katanya. Selasa (18/11/2025).
Ia juga mengatakan, dalam kurun dua tahun terakhir, prevalensi angka stunting di kota Bontang berhasil ditekan secara signifikan.
“Ini bukti kerja keras kader Posyandu dan seluruh tenaga kesehatan di lapangan,” ujarnya.
Dirinya menegaskan kader Posyandu memegang peran paling penting dalam keberhasilan tersebut. Kehadiran mereka di tingkat kelurahan dan lingkungan dinilai menjadi ujung tombak dalam memastikan pemantauan rutin terhadap balita tetap berjalan.
“Kami akan terus memperkuat edukasi gizi masyarakat dan memperluas jangkauan intervensi penanganan stunting. Posyandu juga akan menjadi fokus untuk mempertahankan tren penurunan,” terangnya.
Bahtiar berharap angka stunting dapat terus ditekan hingga mencapai target yang lebih rendah setiap tahun. Ia mengajak masyarakat agar aktif membawa balita ke Posyandu sesuai jadwal untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau.
Pemkot Bontang melalui Dinkes terus berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi anak-anak penerus bangsa. Dengan turut berkolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan masyarakat. (adv)
Editor: Erwin