Lebih dari sekadar seremoni keberangkatan, kegiatan ini menjadi simbol bahwa penguatan SDM dimulai dari para guru, pilar utama kemajuan sebuah kota.
Dalam kesempatan tersebut, Neni menegaskan bahwa Porsenijar bukan hanya kompetisi olahraga, seni, atau pembelajaran, tetapi wahana pembentukan karakter pendidik. Ia mengingatkan kembali filosofi pendidikan yang menempatkan guru sebagai penggerak perubahan.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi penjaga api peradaban. Mereka menyalakan semangat bertanya dan berpikir kritis pada generasi muda,” tegasnya.
Ia menilai, partisipasi guru dalam ajang tingkat provinsi ini mencerminkan bahwa profesi pendidik terus berkembang dan beradaptasi. Dengan terlibat dalam 9 cabang lomba, para guru menunjukkan bahwa kreativitas, kedisiplinan, dan keteladanan tidak berhenti di dalam kelas, tetapi diwujudkan melalui karya nyata.
Momentum Porsenijar juga digunakan Neni untuk menyampaikan arah kebijakan pembangunan pendidikan yang telah dirancang dalam RPJMD 2025–2029.
Ia menyebut bahwa Pemkot Bontang terus melakukan transformasi pendidikan melalui program Bontang Pintar, yang mencakup peningkatan kompetensi guru, penyediaan bantuan pendidikan, hingga akses beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.
Data Pemkot menunjukkan bahwa setidaknya 37.270 pelajar telah menerima perlengkapan sekolah dan 1.651 tablet pintar telah dibagikan kepada siswa SMP. Selain itu, beasiswa UKT diberikan kepada 2.058 mahasiswa asal Bontang, sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan tinggi.
“Ekosistem pendidikan harus dibangun dari hulu ke hilir. Ketika guru diperkuat, maka murid akan tumbuh dengan lebih baik. Porsenijar ini bagian dari upaya memperluas ruang para pendidik untuk belajar, berkompetisi, dan menginspirasi,” tutur dia.
Neni juga menyampaikan pesan moral kepada para peserta, agar menjaga integritas selama berkompetisi. Menurutnya, setiap langkah yang diambil para guru di ajang Porsenijar membawa nama baik PGRI dan Kota Bontang.
“Bertandinglah dengan hati yang jujur. Kalian adalah wajah Bontang, tunjukkan martabat profesi guru di mana pun berada,” pesannya.
Kontingen dilepas dengan penuh semangat, membawa misi besar tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menguatkan identitas Bontang sebagai kota yang berkomitmen terhadap pendidikan berkualitas dan pembangunan SDM yang unggul. (Adv)
Editor: Aspian Nur