Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang hadir membuka acara menegaskan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat.
Ia menyebut para kader sebagai jantung hati dari program kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan melayani warga di setiap tahapan kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga lansia.
“Kalau kita bicara tentang garda terdepan pelayanan kesehatan, maka jawabannya bukan dokter atau pejabat, tapi para kader Posyandu. Mereka yang setiap hari hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.
Acara ini menjadi wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terhadap pengabdian para kader yang tanpa pamrih melayani warga.
Melalui momentum HKN, Neni ingin menghidupkan kembali semangat pelayanan dan kebersamaan antar kader agar terus berperan aktif dalam menjaga kesehatan keluarga.
Menurutnya, pengabdian para kader telah membuahkan hasil yang membanggakan. Angka prevalensi stunting di Bontang berhasil turun drastis dari 27 persen pada tahun 2023 menjadi 17 persen pada 2025. Ia menilai capaian ini tidak mungkin terjadi tanpa peran kader di lapangan.
Selain refleksi capaian, kegiatan juga diisi dengan sesi pelatihan dan peningkatan kapasitas kader agar lebih siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di era digital.
Gerakan ini menjadi momentum memperkuat jejaring kesehatan berbasis masyarakat. “Mari terus jaga semangat pengabdian ini, karena dari sinilah kita membangun generasi emas Bontang yang sehat dan bahagia,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin