Pemkot Bontang Dorong Perusahaan Gunakan Tenaga Kerja Lokal
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG — Pemerintah kota (Pemkot) Bontang mendorong setiap perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemaksimalan kemampuan anak-anak asli daerah.
Diketahui Bontang menjadi daerah di Kalimantan Timur yang memiliki begitu banyak perusahaan, mulai dari yang bergerak disektor pengolahan sumber daya alam, hingga bio kimia.
Dengan banyaknya perusahaan, pemkot Bontang melalui Dinas tenaga kerja (Disnaker) mendorong agar setiap perusahaan dapat memaksimalkan tenaga kerja lokal.
Kepala Disnaker Bontang Asdar Ibrahim menjelaskan, perusahaan yang beroperasi di Kota Taman seharusnya bisa lebih banyak memanfaatkan potensi tenaga kerja lokal. Menurutnya, banyak warga Bontang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Kalau keahlian yang dibutuhkan sudah ada di Bontang, kenapa harus mencari ke luar daerah? Proses rekrutmen juga bisa dilakukan melalui Disnaker agar lebih transparan dan terdata,” kata Asdar kepada Korankaltim.com Kamis, (13/11/2025).
Penggunaan tenaga kerja lokal memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan. Selain menekan biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi bagi pekerja luar daerah, perusahaan juga mendapatkan hubungan sosial yang lebih harmonis dengan masyarakat sekitar.
"Yang paling penting, warga kita mendapat kesempatan bekerja dan merasa ikut berkontribusi dalam pembangunan daerahnya sendiri,” tambahnya.
Disnaker Bontang juga terus berupaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Dengan begitu, kebutuhan industri dapat terpenuhi tanpa harus mendatangkan pekerja dari luar.
"Setiap tahun kami selalu menggelar program sertifikasi keahlian. Untuk tahun ini saja, jumlahnya ada ratusan orang," sebut Asdar.
Penggunaan tenaga kerja lokal, bukan hanya mendatangkan efisiensi terhadap perusahaan, tetapi juga soal keberlanjutan dan keadilan ekonomi. Ketika warga lokal bekerja di tanahnya sendiri, daya beli meningkat, ekonomi daerah tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terangkat. (Adv)
Editor: Aspian Nur










