Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa digitalisasi arsip bukan sekadar upaya modernisasi teknologi, tetapi langkah strategis menuju birokrasi yang lebih efisien dan akuntabel.
“Arsip bukan hanya tumpukan kertas, tetapi rekam jejak perjuangan, kebijakan, dan perjalanan sejarah kita dalam membangun Bontang yang lebih baik. Digitalisasi arsip adalah transformasi budaya kerja bagian dari semangat Bontang Berbenah, memperbaiki diri, membangun tata kelola yang profesional, dan melayani masyarakat dengan efisien,” ujarnya.
Seluruh perangkat daerah harus konsisten dalam pengelolaan arsip, sebab nilai kearsipan menjadi salah satu indikator penting dalam reformasi birokrasi. Pengelolaan arsip yang tertib juga berpengaruh langsung terhadap penilaian kinerja ASN dan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Ia juga mengapresiasi peran DPK Bontang yang telah menjadi motor penggerak dalam pembinaan kearsipan di daerah. Terakhir, dia berharap penerapan aplikasi SRIKANDI dapat berjalan optimal dan terintegrasi di seluruh perangkat daerah, sehingga seluruh proses administrasi pemerintahan dapat terdokumentasi dengan baik secara digital. (Adv)
Editor: Aspian Nur