Dalam amanatnya, Agus Haris menyampaikan bahwa pahlawan berjuang bukan hanya demi tanah air, tetapi untuk masa depan bangsa yang belum mereka kenal.
Hal itu menjadi pengingat bahwa generasi kini memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai perjuangan tersebut.
Ia menyebut,tantangan bangsa saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan ancaman kesenjangan sosial, lemahnya kepedulian, dan rendahnya literasi kebangsaan. Semangat pahlawan harus hidup melalui tindakan nyata membantu sesama, terutama kelompok rentan.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran besar dalam memastikan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Melalui program-program pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Pemkot Bontang berupaya meneruskan perjuangan pahlawan dalam bentuk nyata," ucapnya.
Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bekerja sama saling mendukung dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa persatuan adalah modal terbesar bangsa untuk menghadapi berbagai dinamika zaman.
Upacara berlangsung khidmat dengan pembacaan pesan pahlawan serta refleksi makna perjuangan. Para peserta terlihat terharu saat momen mengheningkan cipta.
Ia menutup amanatnya dengan ajakan agar semangat perjuangan tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi benar-benar menjadi sikap hidup.
“Kita melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” ujarnya.
Dengan menghidupkan nilai persatuan dan kepedulian, Pemerintah Kota Bontang berharap semangat Hari Pahlawan dapat menjadi kekuatan sosial yang menyatukan masyarakat. (Adv)
Editor: Aspian Nur