Kegiatan ini semakin meriah dengan adanya door prize, bazar sembako pangan murah, serta aksi donor darah yang diikuti puluhan peserta.
Dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer, warga antusias mengikutinya sebagai ajang olahraga sekaligus mempererat kebersamaan.
Mewakili Wali Kota Bontang, Lurah Bontang Lestari, Muhammad Akbar Aditya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar jalan santai di pagi hari. Ia menegaskan jalan sehat dan donor darah adalah simbol kekuatan gotong royong dan peduli sesama.
“Inilah wujud nyata semangat Bontang Sehat. Kebersamaan yang sederhana namun memiliki arti yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi adat lokal yang mengajarkan masyarakat untuk menyatukan hati dan membersihkan diri sebelum bekerja besar.
Nilai luhur tersebut menurutnya selaras dengan komitmen Pemkot Bontang dalam menjalankan pembangunan yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh warga.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Bontang telah menyalurkan 3.000 tablet pintar untuk siswa sebagai upaya meningkatkan literasi digital.
Pada sektor kesehatan, penurunan angka stunting juga terus digenjot hingga kini turun menjadi 17 persen dari sebelumnya 27 persen. Digitalisasi Posyandu turut memperkuat layanan kesehatan keluarga, menjadikan posyandu bukan sekadar tempat timbang balita, tetapi pusat informasi gizi.
Selain itu, peningkatan insentif bagi Ketua RT, kader posyandu, hingga pegiat agama menjadi bukti bahwa peran masyarakat dihargai sebagai garda terdepan pelayanan tingkat kelurahan.
Pemerintah juga segera meluncurkan Program Pro-RT dengan alokasi Rp200 juta untuk setiap RT mulai tahun depan, mendorong pembangunan berbasis komunitas dari lingkungan masing-masing.
Tidak hanya itu, penanganan banjir di sejumlah titik seperti Tanjung Laut dan Bontang Kuala terus dipercepat. Revitalisasi kawasan waduk kini diarahkan menjadi ruang publik baru berbasis konservasi yang ramah keluarga.
Akbar mengajak warga RT 12 untuk terus menjaga kekompakan, kebersihan lingkungan, dan keamanan wilayah. Menurutnya, kota yang kuat tumbuh dari masyarakat yang bersatu.
“Pohon besar tidak akan kokoh tanpa akar yang kuat. Kota ini pun begitu. Maju jika warganya rukun,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin