Kegiatan ini diikuti 44 peserta, terdiri dari guru SD, SMP, SMA, pegiat senam, serta komunitas pegiat tari. Keterlibatan lintas unsur ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berfokus pada institusi pendidikan, tetapi juga pada komunitas yang berperan aktif menjaga budaya gerak di masyarakat.
Plt. Kasubbag Umum Dispora, Spenpri, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pelatihan ini berperan strategis dalam memperkuat SDM olahraga di daerah.
“Kegiatan ini secara langsung mendukung misi pemerintah dalam mewujudkan transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang unggul. Olahraga bukan sekadar aktivitas jasmani, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan sportivitas,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan mencetak instruktur dan guru yang kompeten, profesional, serta mampu mengelola kegiatan pembelajaran dan latihan yang objektif baik di sekolah maupun komunitas.
Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga akan memperoleh sertifikat resmi yang dapat digunakan sebagai syarat menjadi juri pada berbagai perlombaan senam tingkat daerah. Hal ini tersebut penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan kegiatan olahraga rekreatif.
Pemkot berharap kegiatan ini menjadi fondasi pembinaan olahraga yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. “Dengan pembinaan yang kuat, kita ingin masyarakat semakin sadar pentingnya hidup sehat dan aktif,” tutupnya. (adv)