Pada Selasa (4/11/2025) pemkot Bontang menggelar timbang serentak bayi dan balita. Agenda tersebut terlaksana selama 4 hari lamanya.
Sebagai langkah serius menurunkan stunting, pemkot mendorong keterlibatan langsung ASN yang memiliki anak balita untuk ikut mendampingi proses pemantauan kesehatan di posyandu.
Hal ini Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Bontang Nomor 400.2.5/2014/DINKES/2025 yang berisikan tentang ASN dengan balita diberikan dispensasi waktu dari pukul 07.30 hingga 12.00 WITA untuk menghadiri kegiatan penimbangan.
Kebijakan ini memberikan ruang bagi aparatur pemerintah agar lebih dekat dengan keluarga dan memastikan kesehatan anak-anak mereka terpantau dengan baik.
Pemkot Bontang melalui kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan bahwa ASN sepatutnya menjadi contoh dalam penerapan pola hidup sehat dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga figur publik yang memiliki pengaruh sosial di lingkungan masyarakat.
“Kami ingin ASN hadir bukan sekadar sebagai pegawai, tetapi sebagai orang tua yang sadar pentingnya kesehatan anak. Keterlibatan langsung di posyandu adalah bentuk keteladanan,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Untuk mendukung hal tersebut, BKPSDM memastikan sistem presensi yang sebelumnya berbasis lokasi kantor kini dapat menyesuaikan kebutuhan kegiatan keluarga. Melalui fitur presensi luar jangkauan pada aplikasi BONPRI, ASN tetap dapat mencatat kehadiran tanpa harus berada di kantor.
Ia menilai bahwa langkah ini tidak hanya mempermudah teknis pencatatan kehadiran, namun juga memperkuat nilai humanis dalam birokrasi. Pemerintah sebagai institusi harus mampu memberikan ruang bagi ASN untuk menjalankan fungsi keluarga secara optimal tanpa mengabaikan kewajiban profesional.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua unsur, termasuk ASN sebagai bagian dari masyarakat. “ASN harus ikut menjadi pendorong perubahan. Kalau kita peduli, masyarakat pun ikut peduli,” tegasnya.
BKPSDM berharap partisipasi ASN yang tinggi dalam penimbangan serentak ini dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya gizi dan kesehatan balita, serta berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas untuk masa depan Kota Bontang. (adv)