Dalam berbagai kesempatan, ia menyebutkan rencana untuk menggandeng TNI dan Polri dalam program penguatan karakter siswa, termasuk terkait kedisiplinan dan pembentukan kepribadian. Menurutnya, kolaborasi bersama aparat dinilai mampu memberi dampak pembinaan yang lebih efektif dan terukur.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris turut mendukung langkah tersebut. Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memastikan generasi muda tumbuh dengan karakter yang baik dan seimbang.
“Pembinaan karakter itu sangat penting. Setiap orang harus memahami jati dirinya,” ungkap Agus, Kamis (6/11/2025).
Ia menyampaikan, kolaborasi lintas lembaga ini bukan bertujuan memberi hukuman, melainkan penanaman kedisiplinan sejak dini. Ia menekankan bahwa pendekatan pembinaan harus dilakukan secara mendidik, bukan menghakimi. “Yang kita inginkan adalah pembinaan yang terarah, bukan tindakan keras,” katanya.
Menurutnya, sekolah dan orang tua tetap memiliki peran utama dalam mendidik karakter anak. Guru Bimbingan Konseling (BK) adalah pihak yang seharusnya menjalankan proses pendampingan secara berkelanjutan. Namun, adanya keterlibatan TNI dan Polri dinilai dapat memperkuat aspek kedisiplinan dan ketangguhan mental.
“Guru BK tetap menjalankan tugasnya. TNI dan Polisi dihadirkan untuk mempercepat penguatan karakter melalui pendekatan pembiasaan dan disiplin,” terangnya.
Dirinya juga menyebutkan bahwa pola pembinaan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi siswa dan tidak dilakukan secara seragam. Setiap siswa akan mendapatkan pendekatan edukatif sesuai kebutuhan.
Pemkot Bontang menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut dengan pihak sekolah, organisasi pendidikan, serta tokoh masyarakat untuk memastikan pelaksanaannya berjalan tepat sasaran. (Adv)
Editor: Erwin