Kegiatan tersebut menghadirkan 30 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di Kota Bontang. Melalui pelatihan ini, Pemkot ingin mendorong kolaborasi lintas generasi, terutama antara pelaku usaha kreatif berpengalaman dengan generasi muda yang adaptif pada teknologi digital.
Pemkot menilai bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menggerakkan roda perekonomian daerah. Namun kapasitas pemasaran digital dinilai masih menjadi kendala yang perlu diperkuat, sehingga kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memberikan dukungan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dody, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Kota Bontang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya strategi pemasaran berbasis digital dan identitas branding produk agar produk kreatif Bontang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian materi yang terbagi dalam sesi seminar dan workshop, termasuk pengenalan digital marketing, praktik pemasaran produk melalui media sosial dan marketplace, serta strategi kolaborasi pemasaran antara generasi muda dan pelaku usaha.
Pemkot berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan berlanjut pada terbentuknya jejaring bisnis kreatif yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan. Produk kreatif lokal diharapkan mampu memiliki nilai jual lebih tinggi melalui pengemasan dan pemasaran yang tepat sasaran.
Selain itu, Pemkot mengapresiasi dukungan para narasumber, peserta, dan panitia yang telah terlibat. Ke depan, pemerintah berkomitmen memperluas ruang pelatihan bagi pelaku UMKM dan ekraf, termasuk akses pasar digital dan peningkatan jejaring promosi.
Dengan langkah penguatan kapasitas ini, Pemkot Bontang optimis sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun global. (adv)