Anwar mengatakan kegiatan pelatihan seperti ini merupakan langkah strategis membentuk pemuda yang berkarakter, mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial, dan memiliki kesadaran beragama yang baik. “Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi pembentukan tanggung jawab moral pemuda bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, pemuda memiliki energi, idealisme, dan kreativitas yang jika diarahkan dengan baik akan memberikan dampak besar bagi pembangunan daerah. Namun energi tersebut perlu dibingkai dengan nilai sosial dan spiritual agar memberi manfaat yang benar.
Ia menyoroti bahwa penguasaan ilmu keagamaan seperti fardu kifayah memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat, terutama saat menghadapi kebutuhan-kebutuhan sosial yang memerlukan empati dan kebersamaan.
“Masih banyak ruang kebaikan yang bisa kalian lakukan. Pemuda harus menjadi teladan dalam membantu masyarakat,” katanya.
Pemkot Bontang, sambungnya, berkomitmen menciptakan program pembinaan pemuda yang berkelanjutan. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga memberikan ruang aktualisasi melalui kegiatan dan peran sosial di lingkungan.
Ia juga mengingatkan pemuda agar memanfaatkan masa muda untuk kegiatan yang produktif dan membawa manfaat, bukan sebaliknya terjerumus dalam arus negatif lingkungan.
Menutup kegiatan, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya pelatihan, serta mengajak peserta menjaga semangat belajar dan kekompakan. (adv)