Pelatihan yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota Neni Moerniaeni. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari pembangunan manusia yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pemkot Bontang berkomitmen menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan suportif. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ujarnya.
Ia menuturkan, kehidupan modern yang penuh tekanan sering kali membuat remaja kehilangan keseimbangan emosional. Tekanan akademik, media sosial, hingga tuntutan pergaulan dapat menimbulkan stres berkepanjangan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi peserta.
Menurutnya, pemerintah daerah tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kualitas sumber daya manusia dari sisi mental dan emosional. Hal ini dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju Bontang yang unggul dan berdaya saing.
“Pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Generasi muda yang sehat mentalnya akan menjadi aset penting bagi masa depan kota ini,” tegasnya.
Pemkot Bontang juga mendorong agar pelatihan seperti ini menjadi gerakan bersama lintas sektor. Anwar menyebut, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas diperlukan agar kesadaran menjaga kesehatan mental bisa terus tumbuh di masyarakat.
Ia berharap, setelah pelatihan ini, para peserta menjadi pionir yang membawa semangat peduli mental ke lingkungan masing-masing. “Mari kita jadikan Bontang sebagai kota yang bahagia, saling mendukung, dan peduli terhadap kesejahteraan mental setiap warganya,” tutupnya. (adv)