Lukman menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang sebagai pelaksana kegiatan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi kreativitas dan potensi anak muda.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya ucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah hadir untuk memastikan generasi muda memiliki keterampilan profesional dan berdaya saing di dunia kerja,” ujar dia.
Menurutnya, industri kopi kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan bagian dari sektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat dan membuka banyak peluang kerja baru. Profesi barista menjadi simbol kreativitas, inovasi, dan keindahan rasa yang diolah melalui keterampilan dan seni.
“Melalui sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), peserta tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga mendapatkan pengakuan kompetensi yang berlaku secara nasional. Ini modal penting untuk bersaing di industri jasa dan pariwisata,” ucapnya.
Ia menjelaskan, program pelatihan ini selaras dengan visi pembangunan Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pemerintah menilai sektor ekonomi kreatif harus tumbuh berdampingan dengan industri utama agar tercipta keseimbangan ekonomi yang inklusif.
Lukman juga menekankan pentingnya semangat belajar dan berwirausaha bagi peserta. “Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Kuasai ilmu, asah kreativitas, dan kembangkan karakter profesional agar kalian siap menghadapi tantangan global,” pesannya.
Pemkot Bontang berharap, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan barista terampil, tetapi juga wirausahawan muda yang mampu membuka lapangan kerja baru. Dengan begitu, ekonomi kreatif Bontang dapat tumbuh menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. (adv)